Doktor Manajemen UMSU || Dalam rangka memperkuat proses pembelajaran berbasis pengalaman lapangan serta memperluas wawasan mahasiswa terkait Sustainability Development (Pembangunan Berkelanjutan), Program Studi Manajemen Program Doktor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanakan kunjungan lapangan (field visit) ke Rumah Hijau Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (DLHK Provsu), Sabtu, 22 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang terdiri atas dosen pendamping dan mahasiswa Program Doktor Manajemen UMSU. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran di luar kampus yang dirancang untuk menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan.
Selama berada di Rumah Hijau DLHK Provsu, para peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai berbagai praktik keberlanjutan. Di antaranya adalah pengolahan limbah plastik berupa botol dan kantong plastik (kresek) yang didaur ulang menjadi bahan plat dan paving blok. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari inovasi pembuatan pakan ternak ayam berbahan dasar bungkil kelapa sawit dan magot sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Ketua Program Studi Manajemen Program Doktor UMSU, Prof. Dr. Ir. Sabrina, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa tentang penerapan konsep pembangunan berkelanjutan secara nyata.
“Melalui kunjungan lapangan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep sustainability development secara teoritis, tetapi juga mengamati langsung bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam praktik, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun tata kelola,” ujar Prof. Sabrina.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
“Kami ingin mahasiswa mampu mengaitkan teori yang dipelajari di kelas dengan realitas di lapangan. Ini penting agar lulusan Program Doktor Manajemen UMSU memiliki perspektif kritis, solutif, dan aplikatif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Prof. Sabrina menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah seperti DLHK Provsu memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi pengembangan akademik mahasiswa, tetapi juga dalam mendorong diseminasi praktik-praktik keberlanjutan kepada masyarakat luas.
Kegiatan field visit ini diharapkan memberikan manfaat timbal balik bagi kedua belah pihak, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. (*)

